
Ibu hamil adalah kelompok yang rentan mengalami masalah kesehatan diantaranya kekurangan gizi. Kekurangan gizi pada ibu hamil banyak terjadi di negara-negara berkembang yang meliputi kurang energi. KEK pada ibu hamil dapat menyebabkan masalah pada ibu dan janin. Risiko dan komplikasi pada ibu antara lain anemia, berat badan ibu tidak bertambah secara normal, pendarahan, dan mudah terkena penyakit infeksi. Ibu hamil dengan KEK dapat berpengaruh terhadap proses pertumbuhan janin serta dapat menyebabkan keguguran, bayi berat lahir rendah (BBLR), kematian neonatal, anemia pada bayi dan asfiksia intra partum.
Bayi yang lahir dalam kondisi BBLR mempunyai risiko gangguan pada pertumbuhan dan perkembangannya serta mengalami kekurangan gizi.Pemberian makanan tambahan (PMT) bertujuan untuk mencukupi kebutuhan gizi ibu selama masa kehamilan PMT ditujukan kepada kelompok rawan gizi yang meliputi ibu hamil risiko KEK. Penelitian yang dilakukan Kristiamsson, et al (2016), dari data 31 negara yang dianalisis memperlihatkan bahwa suplementasi makanan menunjukkan hasil peningkatan berat badan pada keluarga yang kurang mampu (Anggraeni, 2007). Hasil Survei Diet Total (SDT) tahun 2014 menunjukkan bahwa kelompok ibu hamil di daerah perkotaan maupun pedesaan lebih dari separuhnya mengalami kekurangan asupan energi dan protein. Berdasarkan hal tersebut PMT yang berfokus pemenuhan kecukupan zat gizi makro maupun zat gizi mikro pada ibu hamil sangat diperlukan untuk mencegah BBLR dan balita pendek (stunting).
Maka dari itu untuk meminimalisir resiko ganguan pada perkembangan janin, Pemerintah desa undisan melakukan kegiatan Pemberian Makanan Tambahan kepada ibu hamil untuk menurunkan resiko berat badan bayi lahir rendah dan balita pendek kepada 16 Ibu hamil se pedesaan Undisan. bantuan ini diserahkan langsung oleh Bapak Perbekel Desa Undisan.


